Sabtu, 20 Maret 2010

PSAK NO.1 Penyajian Laporan Keuangan

Komponen Laporan Keuangan

07. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini :

a. neraca
b. laporan laba-rugi
c. laporan perubahan ekuitas
d. laporan arus kas
e. catatan atas laporan keuangan.

Penyajian Secara Wajar

10. Laporan keuangan harus menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, pengaruh entitas, dan arus kas perusahaan dengan menerapkan PSAK secara benar disertai pengungkapan yang diharuskan PSAK dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Informasi lain tetap diungkapkan untuk menghasilkan penyajian yang wajar walaupun pengungkapan tersebut tidak diharuskan oleh PSAK.

11. Apabila PSAK belum mengatur masalah pengakuan, pengukuran, penyajian atau pengungkapan dari suatu transaksi atau peristiwa, maka penyajian secara wajar dapat dicapai melalui pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi yang sesuai dengan paragraf 14 serta menyajikan jumlah yang dihasilkan sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang relevan, andal dapat dibandingkan dan dapat dipahami.

Kebijakan Akuntansi

14. Manajemen memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi agar laporan keuangan memenuhi ketentuan dalam PSAK. Jika belum diatur dalam PSAK, maka manajemen harus menetapkan kebijakan untuk memastikan bahwa laporan keuangan menyajikan informasi :


a). relevan terhadap ketentuan para pengguna laporan untuk pengambilan keputusan; dan
b). dapat diandalkan, dengan pengertian :
i) mencerminkan kejujuran penyajian hasil dan posisi keuangan perusahaan;
ii) menggambarkan substansi ekonomi dari suatu kejadian atau transaksi dan tidak semata-mata bentuk hukumnya;
iii) netral yaitu bebas dari keberpihakan;
iv) mencermikan kehati-hatian; dan
v) mencakup semua hal yang material.


Kelangsungan Usaha

17. Laporan keuangan harus disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. Apabila laporan keuangan tidak disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha maka kenyataan tersebut harus diungkapkan bersama dengan dasar lain yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan serta alasan mengapa asumsi kelangsungan usaha perusahaan tidak dapat digunakan.

Dasar Akrual

19. Perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas.


Konsistensi Penyajian

21. Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus konsisten kecuali :


a) terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi perusahaan atau perubahan penyajian akan menghasilkan penyajian yang lebih tepat atas suatu transaksi atau peristiwa; atau

b) perubahan tersebut diperkenankan oleh PSAK.


Materialitas dan Agregasi

23. Pos-pos yang material disajikan terpisah dalam laporan keuangan sedangkan yang tidak material digabungkan dengan jumlah yang memiliki sifat atau fungsi yang sejenis.

Saling Hapus (Offsetting)

25. Aktiva, kewajiban, Pos-pos penghasilan dan beban disajikan secara terpisah kecuali saling hapus diperkenankan dalam PSAK.
Informasi Komparatif

28. Informasi kuantitatif harus diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya kecuali dinyatakan lain oleh PSAK. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali apabila relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.


30. Apabila penyajian atau klasifikasi pos-pos dalam keuangan diubah maka penyajian periode sebelumnya direklasifikasi untuk memastikan daya banding. Sifat, jumlah serta alasan reklasifikasi harus diungkapkan. Apabila reklasifikasi tersebut tidak praktis dilakukan maka alasannya harus diungkapkan.

Identifikasi Laporan Keuangan

32. Laporan keuangan diidentifikasikan dan dibedakan secara jelas dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama.

34. Setiap komponen laporan keuangan harus diidentifikasi secara jelas. Di samping itu, informasi berikut ini disajikan dan diulangi, bila perlu, pada setiap halaman laporan keuangan :

a) nama perusahaan pelapor dan identitas lain
b) cakupan laporan keuangan, apakah mencakup hanya satu entitas atau beberapa entitas
c) tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, mana yang lebih tepat bagi setiap komponen laporan keuangan;
d) mata uang pelaporan
e) satuan angka yang digunakan dalam panyajian laporan keuangan.


Periode Pelaporan

36. Laporan keuangan setidaknya disajikan secara tahunan. Apabila tahun buku perusahaan berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau pendek dari periode satu tahun maka sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan, perusahaan harus mengungkapkan :

a) Alasan penggunaan periode pelaporan selain periode satu tahunan; dan
b) Fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan entitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan.


NERACA

Pembagian Lancar dengan Tidak Lancar dan Jangka Pendek dan Jangka Panjang.

39. Perusahaan menyajikan aktiva lancar terpisah dari aktiva tidak lancar kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu diatur dalam SAK khusus. Aktiva disajikan menurut ukuran likuiditas sedangkan kewajibandisajikan menurut urutan jatuh temponya.



40. Perusahaan harus mengungkapkan informasi mengenai jumlah setiap aktiva yang akan diterima dan kewajiban yang akan dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.


Aktiva Lancar

42. Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lancar, jika aktiva tersebut;
a) diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau
b) dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisir dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca; atau
c) berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi;

Aktiva yang tidak termasuk kategori tersebut diatas diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar.

Kewajiban Jangka Pendek

44. Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek, jika :

a) diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan; atau
b) jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca.

Semua kewajiban lainnya harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang.

47. Kewajiban berbunga jangka panjang tetap diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang, walaupun kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal neraca, apabila:

a) kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari 12 bulan;
b) perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan jangka panjang; dan
c) maksud tersebut pada huruf (b) didukung dengan pernjanjian pembiayaan kembali atau penjadualan kembali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan keuangan disetujui.

Jumlah kewajiban yang dikeluarkan dari penyajian dalam kelompok kewajiban jangka pendek sesuai dengan paragraf ini beserta informasi yang mendukung penyajian tersebut harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Infomasi yang Disajikan dalam Neraca

49. Neraca perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur posisi keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. neraca, minimal mencakup pos-pos berikut :

a) aktiva berwujud;
b) aktiva tidak berwujud;
c) aktiva keuangan;
d) investasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas;
e) persediaan;
f) piutang usaha dan piutang lainnya;
g) kas dan setara kas;
h) hutang usaha dan utang lainnya;
i) kewajiban yang diestimasi;
j) kewajiban berbunga jangka panjang;
k) hak minoritas; dan
l) modal saham dan pos ekuitas lainnya.

Pos, judul, dan sub-jumlah lain disajikan dalam neraca apabila diwajibkan oleh PSAK atau apabila penyampaian tersebut diperlukan untuk menyajikan posisi keuangan secara wajar.

Informasi Disajikan di Neraca atau di Catatan Atas Laporan Keuangan

53. Perusahaan harus mengungkapkan, di neraca atau di catatan atas laporan keuangan, sub-klasifikasi pos-pos yang disajikan, diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi perusahaan. Setiap pos disub-klasifikasikan, jika memungkinkan, sesuai dengan sifatnya; dan jumlah terutang atau piutang pada perusahaan induk anak perusahaan perusahaan asosiasi dan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa lainnya diungkapkan secara terpisah.

55. Perusahaan mengungkapkan hal-hal berikut di neraca atau dicatatkan atas laporan keuangan :

a) untuk setiap jenis saham :
i) jumlah saham modal dasar;
ii) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh;
iii) nilai nominal saham;
iv) ikhtisar perubahan jumlah saham beredar;
v) hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;
vi) saham perusahaan yang dikuasai oleh perusahaan itu sendiri atau oleh anak perusahaan atau perusahaan asosiasi; dan
vii) saham yang dicadangkan untuk opsi dan kontrak penjualan; termasuk nilai dan persyaratannya;

b) penjelasan mengenai sifat dan tujuan pos cadangan dalam ekuitas;
c) penjelasan apakah dividen yang diusulkan tapi secara resmi belum disetujui untuk dibayarkan telah diakui atau tidak sebagai kewajiban; dan
d) jumlah dividen saham preferen kumulatif yang belum diakui.


Perusahaan yang modalnya tidak terbagi dalam saham, seperti persekutuan, mengungkapkan informasi yang setara dengan persyaratan di atas, yang memperlihatkan perubahan dalam suatu periode dari setiap jenis pernyertaan serta hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis pernyertaan.

LAPORAN LABA RUGI

Informasi Disajikan dalam Laporan Laba Rugi

56. Laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut :
a) pendapatan;
b) laba rugi usaha;
c) beban pinjaman;
d) bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas;
e) beban pajak;
f) laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan;
g) pos luar biasa;
h) hak minoritas; dan
i) laba atau rugi bersih untuk periode berjalan.

Pos, judul dan sub-jumlah lainnya disajikan dalam laporan laba rugi apabila diwajibkan oleh PSAK dan apabila penyajian tersebut diperlukan untuk menyajikan keuangan perusahaan secara wajar.


Informasi Disajikan di Laporan Laba Rugi atau di Catatan Atas Laporan Keuangan


58. Perusahaan menyajikan, di laporan laba rugi atau di catatan atas laporan keuangan, rincian beban dengan menggunakan klasifikasi yang didasarkan pada sifat atau fungsi beban di dalam perusahaan.

63. Perusahaan yang mengklasifikasikan beban menurut fungsinya harus mengungkapkan informasi tambahan mengenai sifat beban, termasuk beban penyusutan dan amortisasi serta biaya pegawai.

65. Perusahaan mengungkapkan dalam laporan laba rugi atau dalam catatan atas laporan keuangan; jumlah dividen per saham yang diumumkan.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


66. Perusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan :
a) laba atau rugi bersih periode yang besangkutan;
b) setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan dan kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam ekuitas.
c) Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait.
d) Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik;
e) Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta perubahannya; dan
f) Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


Struktur

69. Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan :

a) informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;
b) informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.
c) Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.


Penyajian Kebijakan Akuntansi

72. Bagian kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan keuangan menjelaskan hal-hal sebagai berikut :

a) dasar pengukuran dalam menyiapkan laporan keuangan;
b) kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan guna memahami laporan keuangan secara benar.


Pengungkapan Lain

74. Perusahaan mengungkapkan hal-hal berikut ini jika tidak diungkapkan dibagian manapun dari informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan :

a) domisili dan bentuk hukum perusahaan, negara tempat pendirian perusahaan, alamat kantor pusat perusahaan serta lokasi utama bisnis jika berbeda dari lokasi kantor pusat;
b) keterangan mengenai hakekat operasi dan kegiatan utama perusahaan;

c) nama perusahaan dalam grup, nama perusahaan asosiasi, nama perusahaan induk dan perusahaan holding;
d) nama anggota direksi dan komisaris; dan

e) jumlah karyawan pada akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan selama periode yang bersangkutan.

75. Untuk setiap pinjaman atau penerbitan surat berharga yang bersifat utang dalam mata uang asing, perusahaan harus mengungkapkan informasi berikut ini :

a) karakteristik umum dari setiap pinjaman dan surat berharga yang bersifat utang termasuk informasi mengenai suku bunga dan nama kreditur;
b) nilai nominal dalam mata uang asing, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, jadual angsuran atau pembayaran;
c) dasar konversi utang menjadi efek lain jika pinjaman dapat dikonversi;


d) nilai kurs yang digunakan pada tanggal neraca;
e) hal penting lain, misalnya persyaratan kredit tidak dipenuhi.

Tidak ada komentar:

 

Pelayanan Pajak

Kolom Tutorial

Muhammad Syukron